Siapa bilang hari libur hanya bisa diisi
dengan kegiatan bermalas-malasan, seperti: tidur sepanjang waktu,
melamun, bergosip tak penting, atau hal-hal lain yang dianggap tak
bermanfaat. Biasanya hari libur diasumsikan sebagai hari yang tepat
untuk bermalas-malasan. Banyak di antara mereka yang dihinggapi oleh
rasa bosan karena hari kerja tak kunjung tiba. Mereka juga tak tahu
menahu kegiatan apa yang bisa digunakan untuk mengisi waktu libur. Tapi
bila pada saat kerja mereka merindukan libur. Ehm… Inikah tanda-tanda
manusia yang tidak menikmati hidup? Contoh-contoh yang saya ungkapkan
tersebut adalah berdasarkan cerita dari pengalaman beberapa orang kepada
saya serta pengalaman pribadi saya sendiri beberapa tahun silam pada
saat masih duduk di bangku SMA (Alhamdulillah sekarang tidak).
Ehm…Padahal bila kita mau memikirkan dan
memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya walau itu hanya sedetik, maka
tidak ada istilah “libur” dalam kehidupan kita kecuali pada saat kita
sudah berada di liang lahat. Semua itu tergantung dari pola pikir kita.
Manusia bukanlah robot yang dikendalikan dengan remote control.
Manusia adalah makhluk yang diciptakan sempurna dibandingkan dengan
makhluk-makhluk lainnya oleh Allah SWT. Kita bisa berkreativitas dengan
pikiran kita untuk mengubah sesuatu dari yang awalnya membosankan
menjadi sesuatu yang menyenangkan.
Beberapa hal yang bisa kita lakukan di
kala libur panjang (berdasarkan pengalaman pribadi penulis dan beberapa
orang teman yang mungkin bisa dijadikan referensi):
- Membaca. Bila mungkin pada saat kerja buku yang kita baca sangat sedikit (satu buku per hari contohnya), mungkin pada saat libur kita bisa membaca lebih dari satu buku. Selesai membaca sebaiknya dilanjutkan dengan membuat catatan kecil (resensi) yang tentunya akan sangat berguna di kemudian hari. Walaupun tentu saja kegiatan “membaca” tidak hanya kita lakukan pada saat libur saja, karena “membaca” adalah makanan sehat (makanan otak) yang harus kita konsumsi setiap hari.
- Silaturahmi. Kita bisa melakukan silaturahmi baik melalui dunia maya maupun dunia nyata
. Bila di daerah tempat tinggal kita banyak anak-anak, kita juga bisa berbagi ilmu dengan mereka, misalnya dengan: mengajar ngaji, membantu PR yang mereka tidak bisa, mengajar keterampilan seperti merangkai bunga, senam, dan kegiatan bermanfaat lainnya. Hal-hal tersebut akan membuat hidup kita terasa lebih bahagia karena bisa bermanfaat bagi orang lain walau itu untuk hal-hal kecil.
- Merawat Rumah. “Rumahku Surgaku” sehingga bukanlah hal yang aneh bila kita juga ikut terjun langsung dalam hal merawat rumah. Selain berolahraga (menggerakkan otot-otot yang kaku) kita juga akan merasa puas dan bahagia karena rumah kita rapi dan bersih dari hasil kerja keras kita sendiri. Bila Rosul saja bersedia melakukan pekerjaan rumah, kita yang bukan siapa-siapa pantaskah bersombong-sombong ria?? karena merasa tingkat pendidikan yang tinggi, atau wajah yang rupawan misalnya, sehingga tidak pantas “bergaul” sementara dengan hal-hal “aneh” tersebut… Ehm…Tentu bukanlah pemikiran yang bijak dan dewasa ..
- Jalan-Jalan. Pergi ke tempat-tempat yang indah bersama keluarga atau sahabat adalah hal yang sangat menarik. Apalagi bila kita bisa mendapatkan “ilmu” sepulang dari acara jalan-jalan tersebut yang bisa kita tulis dan kita bagi untuk khalayak umum.
- Belajar. Banyak hal yang bisa kita pelajari sewaktu
libur tiba yang mungkin hal-hal tersebut tidak sempat “terjamah” oleh
kita pada saat kita disibukkan oleh pekerjaan-pekerjaan rutin kita.
Misalnya belajar: memasak (tentunya hal ini sangat berguna untuk
menambah kemampuan kita di bidang masak memasak), bahasa online
(internet bisa dibilang “pintu ke mana” saja yang bisa mengantarkan kita
ke manapun kita mau, salah satunya bila kita ingin belajar bahasa,
entah itu bahasa inggris, jepang, mandarin, bahkan mungkin bahasa
indonesia
. Kita bisa memanfaatkan momen liburan untuk belajar banyak hal salah satunya bahasa asing tersebut), dan banyak hal lainnya yang bisa kita pelajari selama liburan yang tentunya bermanfaat buat kita.
Banyak hal tentunya yang bisa kita
lakukan di kala libur. Semua itu tergantung pada kita. Apakah kita
termasuk tipe manusia yang selalu mengeluh? yang pada saat masuk kerja
menginginkan libur dan pada saat libur menginginkan tuk segera masuk
kerja?. Ataukah kita termasuk manusia yang pandai memanfaatkan waktu
sekecil apapun itu, kapanpun, di manapun, dan dalam kondisi apapun.
. Salah satu senior saya berkata seperti ini, “Pada saat saya tidak
bekerja (karena cuti sakit dalam jangka waktu yang lama), saya
memanfaatkan waktu yang saya miliki untuk menulis. Hasilnya..dalam satu
bulan terciptalah sebuah novel yang siap untuk saya kirimkan ke penerbit
dan Alhamdulillah beberapa waktu kemudian novel saya tersebut terbit.”
Ehm…..Masihkah ada yang mengeluh “tak
tahu apa yang harus dilakukan” “bosan” “merasa tak berguna” de el el
pada saat libur panjang???…
Semoga bermanfaat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar